konsep prewed yang mengejutkan..

Copas from my private wedding blog

Hari minggu (14/12) yang lalu, aku mulai survey vendor fotografi dan videografi. Kebetulan bareng salah satu wkers, yuli, jadi gak bareng ama Tim Pencari Fakta seperti biasanya. Yuli mu ngambil hasil editan vendor fotonya sedangkan revi mu survey-survey dulu. Soale, fotografi dan videografi termasuk salah satu vendor yang belum pernah kusurvey

Janjian jam 9 pagi ketemuan di bip, aku agak ngaret 10 menit karena angkot yang kutumpangi sempet ngetem dulu selama setengah jam. So, jam 8 cabut dari rumah praktis jam setengah 9 aku baru bener-bener berangkat menuju ke Bandung. Tapi, alhamdulillah gak bisa dibilang ngaret juga karena yuli dateng gak berapa lama setelahku .. Jadi ngepas dan lumayan kompak

Buatku, ini bukan pertama kalinya ketemu yuli. 11 oktober yang lalu (di nikahan pungky) aku ketemu yuli bersama wkers 2009 lainnya (mbak rini dan suci). Aku yang mestinya gabung dengan wkers 2009 malah gabung dengan wkers 2008 karena aku emang gabung di thread 2008 .. Nah gak nyangka juga kalo 11 oktober setahun yang akan datang bakal jadi hari bersejarah bagi yuli

Naek angkot jurusan margahayu-ledeng, nyampe deh ke perempatan binong. Turun dan jalan sedikit ke arah Jalan gatsu 272, sampe disana lum bisa langsung ketemu kang dadang karena empunya lagi meliput di acara tetangganya. So, disana ketemu dengan asistennya kang dadang, lumayan bisa nanya-nanya detail. Baru sejam kemudian bisa ketemu dengan kang dadang

Aku masih inget kata-kata yang pertama dilontarkan oleh kang dadang itu adalah: “Udah punya konsep untuk fotonya (prewed) ?”

  Dengan sedikit malu-malu kubilang: “Enggak punya konsep”

Hihihi, gak punya konsep mah mungkin jawaban umum yang sering didengar oleh kang dadang, jadi gak banyak komentar yang dilontarkan kepadaku

Aku pun memberanikan diri untuk mengungkap sebuah kejujuran. Kubilang: “Kang, pasangannya gak ada (gak bakal bisa foto). Jadi konsepnya nanti kemungkinan ya revi foto sendiri, mas foto sendiri”. Yuli pun ikut bantuin menjawab (thanks banget yach yul) 

Selanjutnya.. Bla, bla, bla…

Selesai mengungkapkan kejujuran itu, tau gak apa reaksi kang dadang. Seorang fotografer profesional aja bilang gini kepadaku: “…belum apa-apa ini sudah ada kesulitan..”

Hihihi, ternyata yang dimaksud kang dadang kesulitan itu bukan sekedar menyatukan 1 orang menjadi 2 orang dalam sebuah foto, tapi justru mencari konsep yang bisa disatukan padahal itu tidak dilakukan bersama

Fiuh!!! Sebuah prewed yang bener-bener perlu kecanggihan editing khusus..

“Klo sekedar menyatukan itu biasa banget!”, lanjut kang dadang. “Kita kan cari yang ide-idenya seru”

Waaaaaaaaaa… baru 10 menit ngobrol aja udah dapet pencerahan panjang lebar seperti itu. Hmmm, nampaknya aku akan segera melontarkan ide itu kepada mas Tio 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: