lanjutan dari blog batik fraktal

Copas from my private wedding blog

Menyambung isi blogku tentang batik fraktal, aku jadi teringat minggu lalu (14/11) pada saat aku melihat contoh-contoh liputan video pernikahan di salah satu vendor fotografi dan videografi, aku sempat terkejut saat menyadari bahwa motif batik yang dikenakan oleh kedua pengantinnya adalah motif batik yang tidak diperkenankan dipakai dalam suatu acara pernikahan  .. Motif yang dikenakan adalah motif parang. Motif parang termasuk salah satu contoh motif fraktal dan memang sangat indah terlihatnya karena rapi dan sistematis persis seperti yang dikategorikan sebagai motif fraktal di blogku sebelumnya.

Entah suatu kebetulan atau memang sudah menjadi mitos dan adatnya demikian, asisten dari pemilik vendor fotografi dan videografi itu bilang bahwa pada saat liputan berlangsung, yaitu acara akad nikah, terjadi hujan besar dan listrik pun mati. Jadi, prosesi akad nikah berlangsung dalam kegelapan dan minim cahaya, kecuali cahaya dari kamera syuting. Lampu microphonenya pun hanya mengandalkan baterai yang sudah sekarat, sehingga pengantin laki-lakinya harus terburu-buru mengucapkan ijab kabul.

Alhasil, akad nikah berlangsung dengan penuh kecemasan.

Tapi, apapun itu.. Kita harus berpegang pada keyakinan bahwa Allah adalah penentu segalanya. Bisa saja kan listrik mati pada saat hujan deras itu memang disengaja agar tidak terjadi musibah yang justru lebih besar lagi yang dapat membahayakan nyawa? 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: