Mencari Ide Packing Souvenir

Copas from my private wedding blog

2 November 2008

26 Oktober 2008

List teratas dalam persiapan ‘W” sedikit dikesampingkan untuk sementara. Hunting hari ini (Minggu) dilanjutkan dengan mencari ide packing souvenir. Maklum, souvenirnya insyaallah ada beberapa macem, tapi yang utama adalah hand made ibu tercinta, hehehe. Berhubung hand made, perlu packing-an sendiri.

Tadi pagi udah nyoba mantes-mantesin wadah yang cocok utk si souvenir utama tersebut. Kotak daur ulang dari bahan-bahan alami terlalu rame. Kotaknya aja udah rame, sedangkan jendela untuk ngintip si souvenir terlalu kecil, so dengan sedikit saran dari sana sini, akhirnya dijajal alternatif ke-2. Keseluruhan wadahnya terbuat dari mika yang kaku dan lebih tebal dibanding kertas transparan yang dulu biasa dipake utk presentasi dengan OHP. Untuk membedakan yang mana yang merupakan tutup wadah dan yang mana yang menjadi dasarnya (ya supaya gak tercecer juga klo orang salah membuka-terbalik) dikasih pelapis kertas karton warna emas soft alias gak genjreng.

Ide alternatif ke-2 itu gak murni dari pikiran pribadi, tapi nyuri ide dari wadah bros. Kebetulan ukurannya cocok dengan bakal souvenirku itu. So, insyaallah bakal bermika ria (hiks, padahal udah janji dalam hati klo aku kepengen acaraku zero waste-duh secara acara makan-makan besar, tantangan ber-zero waste juga jadi tantangan tersendiri). Maklum, sejak gabung dengan komunitas pecinta lingkungan, aku jadi lebih berhati-hati dalam menggunakan bahan-bahan yang kurang ramah lingkungan. Penggunaan plastik yang sekali pakai jelas harus dikurangi (bisa gak ya dihindari?).

Mika polos saja ditambah dengan kartu ucapan terima kasih rasanya kurang cantik (menurutku sich, hehehe). So, timbul ide-ide bagaimana klo dihias dengan sedikit pita dan sedikit bunga-bunga (juga dari pita). Nah lho, gimana mo zero waste dan ramah lingkungan, lha wong pake mika, ditambah pita pula.. hihihi.

Hmmm, untuk pernikahan zero waste dan ramah lingkungan nanti kuulas tersendiri ya di blog lain supaya lebih fokus.

Tadi jalan-jalan ke gramedia bareng temen setelah daftar indosat broadband 3,5 G. Baru ambil formulir doang, soalnya ternyata mesti pake fotokopi kartu keluarga (aku dan temenku gak bawa, hanya bawa ktp dan foto copy-nya saja). Di sana emang niat mo ke crayon. Meski aku tau harganya relatif lebih mahal, tapi pikirku gpp deh utk contoh aja, membunuh rasa penasaran tentang ide packingan souvenir. Aku kepengen yang simple (ukurannya gak terlalu besar, sehingga manis ditenteng dengan tas tangan kecil sekalipun), sederhana, namun unik dan manis.

Kawans, bantu aku memilih hiasan utk pemanis mikanya ya…

Di gambar pertama, bunga warna ungu gradasi dengan daun hijau terbuat dari pita jepang.. Ungu bukan temaku, tapi berhubung warna yang ada di toko itu tinggal warna ungu dan kuning ya kupilih ungu (kan buat contoh dulu) dengan maksud agar lebih terlihat bahwa itu bunga. Kuningnya agak pucat soalnya. Ukurannya gak bisa kuuraikan secara detail tapi yang jelas, bunga pada gambar pertama ini lebih besar sedikit dibanding dengan gambar ke-2 yang akan ditampilkan selanjutnya. Harganya 7200/lusin. Belinya udah dipacking per lusin.

Pada gambar ke-2, bunga terbuat dari pita jepang berwarna peach (salem)-masuk ke temaku, kelopak yang mengelilingi bunganya terbuat dari pita  organdi berwarna salem juga. Karena terbuat dari organdi, fisik bunga lebih terlihat menonjol meski kedua warna pita sama-sama salem. Harganya 4000 utk 10 pcs. Belinya juga udah dipacking per 10 pcs.

 

 

 

 

 

Gambar ke-3 adalah gabungan dari gambar 2 (sisi kiri) dan gambar 3

(sisi kanan). Kugabung agar lebih jelas terlihat perbedaan ukurannya. Tapi kok ya kurang jelas warnanya ya? Mungkin karena motretnya malem2, jadi cahaya kamera hape kalah ama cahaya lampu. Nti deh coba diulang lagi siang-siang klo kurang jelas.

Mana yang lebih bagus ya? Gambar 1 atau 2 ?

Udah dapet bunganya, nah sekarang bingung pengikatnya sekaligus bakal jadi tempat bunga itu bertengger dengan cara diberi lem. Alternatifnya tali emas (yang biasa dipake utk ngikat kartu ucapan terima kasih) atau pita dengan warna yang serasi dengan warna bunga. Tapi kalau pita semuanya apa gak keramean ya?

Ada yang kelupaan! Yang pokoknya malah kelupaan dibahas, hehehe. Mikanya sendiri. Hmmm, daftar belanjaan bertambah nih. Ternyata repot juga klo hand made yach? Apalagi pengerjaannya bener-bener sendiri. Tapi gak apa, yang penting kan kepuasan batin. Sederhana tapi penuh makna. Insyaallah. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: